Jumat, 12 Juli 2013

Makhluk hidup dan Lingkungan



klasifikasi Makhluk hidup adalah pengelompokan makhluk hidup yang mempunyai ciri dan sifat yang sama, dimasukkan ke dalam satu kelompok, dan bila dalam persamaan ditemukan perbedaan ciri dan sifat, maka dipisahkan lagi ke dalam kelompok lain yang lebih kecil, sehingga akan diperoleh kelompok-kelompok makhluk hidup dengan jenjang yang berbeda.
Pengelompokkan hasil klasifikasi pada tingkat tingkat yang berbeda atau pada takson yang berbeda disebut taksonomi.
1. Tujuan dan manfaat klasifikasi
 sebagai berikut :
a. menyederhanakan objek studi agar mudah dipelajari.
b. mendeskripsikan ciri-ciri makhluk hidup untuk membedakan tiap-tiap jenis.
c. mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri-cirinya.
d. mengetahui hubungan kekerabatan.
Manfaat dari klasifikasi adalah sebagai berikut :
a. Pengklasifikasian melalui pengelompokkan dapat memudahkan dalam mempelajari organisme yang beraneka ragam.
b. Klasifikasi dapat digunakan untuk melihat hubungan tingkat kekerabatan antara organisme satu dengan lainnya.
2. Tahapan klasifikasi
a. Pengamatan sifat makhluk hidup.
Pengamatan merupakan proses awal klasifikasi, yang dilakukan dalam proses ini adalah melakukan identifikasi makhluk hidup satu dengan makhluk hidup yang lainnya. Mengamati dan mengelompokkan berdasarkan tingkah laku, bentuk morfologi, anatomi, dan fisiologi.
b. Pengelompokkan makhluk hidup berdasarkan pada ciri yang diamati.
Hasil pengamatan kemudian diteruskan ke tingkat pengelompokkan makhluk hidup. Dasar pengelompokkannya adalah ciri dan sifat atau persamaan dan perbedaan makhluk hidup yang diamati.

c. Pemberian nama makhluk hidup.
Pemberian nama makhluk hidup merupakan hal yang penting dalam klasifikasi. Ada berbagai sistem penamaan makhluk hidup, antara lain pemberian nama dengan sistem tata nama ganda (binomial nomenclature).
3. Sistem klasifikasi
Berdasarkan kriteria yang digunakan, sistem klasifikasi makhluk hidup dibedakan menjadi tiga, yaitu sistem buatan, sistem alami, dan sistem filogenik.
a. Sistem buatan
Sistem klasifikasi buatan mengutamakan tujuan praktis dalam ikhtisar dunia makhluk hidup. Klasifikasi buatan diperkenalkan oleh Carollus Linnaeus (1707-1778). Dasar klasifikasi adalah ciri morfologi, alat reproduksi, habitat dan penampakan makhluk hidup (bentuk dan ukurannya).
Misalnya, pada klasifikasi tumbuhan ada pohon, semak, perdu, dan gulma. Berdasarkan tempat hidup, dapat dikelompokkan hewan yang hidup di air dan hewan yang hidup di darat. Berdasarkan kegunaannya, misalnya makhluk hidup yang digunakan sebagai bahan pangan, sandang, papan dan obat-obatan.
b. Sistem alami
Klasifikasi makhluk hidup yang menggunakan system alami menghendaki terbentuknya takson yang alami. Klasifikasi ini dikemukakan oleh Aristoteles pada tahun 350 SM. Klasifikasi ini didasarkan pada sistem alami, artinya suatu pengelompokan yang didasarkan pada ciri morfologi/ bentuk tubuh alami, sehingga terbentuk takson-takson yang alami.
Misalnya hewan berkaki empat, hewan bersirip, hewan tidak berkaki, dan sebagainya. Pada tumbuhan misalnya tumbuhan berdaun menyirip, tumbuhan berdaun seperti pita, dan sebagainya.
c. Sistem filogenik
Sistem klasifikasi ini didasarkan pada jauh dekatnya hubungan kekerabatan antara takson yang satu dan yang lainnya sekaligus mencerminkan perkembangan makhluk hidup (filogenik), diperkenalkan oleh Charles Darwin (1859). Makin dekat hubungan kekerabatan maka makin banyak persamaan morfologi dan anatomi antar takson. Semakin sedikit persamaan maka makin besar perbedaannya, berarti makin jauh hubungan kekerabatannya.

Misalnya, gorila lebih dekat kekerabatannya dengan orangutan dibandingkan dengan manusia. Hal itu didasarkan pada tes biokimia setelah ilmu pengetahuan berkembang pesat, terutama ilmu pengetahuan tentang kromosom, DNA, dan susunan protein organisme.


1.      EKOSISTEM DARAT (TERRESTRIAL)
Ekosistem darat yang memiliki tipe struktur vegetasi dominan dalam skala luas disebut bioma. Penyebaran bioma dipengaruhi oleh iklim, letak geografis, garis lintang dan ketinggian letak dari permukaan laut. Berdasarkan posisi geografis, iklim, garis lintang dan ketinggian letak dari permukaan laut bioma dibedakan antara lain sebagai berikut.

a. Bioma Gurun
Bioma yang terletak dibelahan bumi sekitar 20°-30° lintang utara dan lintang selatan atau di daerah tropika yang berbatasan dengan bioma padang rumput.

Ciri-ciri bioma gurun antara lain sebagai berikut.

Curah hujan rendah, yaitu 25 cm pertahun.

Pancaran matahari sangat terik, penguapan tinggi, dan suhu siang hari dapat mencapai 40°C pada musim panas.

Perbedaan suhu siang dan malam hari sangat besar.

Vegetasi di daerah gurun di dominasi oleh tanaman kaktus, sukulen, dan berbagai belukar akasia yang berduri.

 Hewan yang menghuni daerah gurun. Umumnya adalah serangga, hewan pengerat, ulat dan kadal. Contoh bioma gurun adalah Gurun Sahara di Afrika, Gurun Gobi di Asia, Gurun Anzo Borrega di Amerika.

b. Bioma Padang Rumput

Bioma padang rumput terbentang dari daerah tropika sampai ke sub tropika. Ciri-ciri bioma padang rumput antara lain sebagai berikut.

1)      Curah hujan 25 - 50 cm per tahun dan hujan turun tidak teratur.

2)      Vegetasi yang mendominasi adala rerumputan. Rumput yang hidup di bioma padang rumput yang relative basah. Ukurannya bisa mencapai tiga meter, misalnya rumput Bluestem dan Indian Grasses. Rumput yang tumbuh di bioma padang rumput kering, ukurannya pendek-pendek, misalnya rumput Grana dan Buffalo Grasses.


3)      Hewannya adalah bison, Zebra, kanguru, singa, harimau, anjing liar, ular, rodentia, belalang dan burung.

Contoh bioma padang rumput antara lain Amerika Utara, Rusia, Afrika Selatan, Asia dan Indonesia (Sumbawa).

c. Bioma Hutan Gugur

Pada umumnya terdapat di sekitar wilayah subtropik yang mengalami pergantian musim panas dan dingin. Hutan gugur juga terdapat diberbagai pegunungan di daerah tropis.


Ciri-ciri bioma hutan gugur adalah sebagai berikut:

1)      Curah hujan sedang, yaitu 75 -150 cm per tahun.

2)      Mengalami 4 musim, yaitu musim panas, musim gugur, musim dingin dan musim semi.

3)      Tumbuhannya mempunyai menggugurkan daunnya pada musim gugur.

4)      Vegetasinya adalah pohon Maple, Oak, Beech, dan Elm.

5)      Hewan yang menghuni pada umumnya adalah Rusa, Beruang, Raccon, Rubah, Bajing, dan Burung Pelatuk.
Contoh bioma hutan gugur adala Kanada, Amerika, Eropa dan Asia.

 d. Hutan Hujan Tropis

Bioma ini terdapat di wilayah khatulistiwa dengan temperature yang tinggi sekitar 25°C. Ciri-ciri hutan hujan tropis antara lain sebagai berikut.

1)      Curah hujan bioma hutan hujan tropis cukup tinggi, yatu sekitar 200-225 cm per tahun.

2)      Tumbuhannya tinggi dan rimbun membentuk tudung yang menyebabkan dasar hutan menjadi gelap dan basah.

3)      Tumbuhan khas, ialah liana dan epifit.

Contoh liana adalah rotan sedangkan epifit adalah anggrek.

4)      Vegetasinya didominasi oleh tumbuhan yang aktif melakukan fotosintesis, misalnya jati, meranti, konifer, dan keruing.

5)      Hewannya didominasi oleh aneka kera, babi hutan, burung, kucing hutan, bajing (tupai) dan harimau.
Contoh bioma hutan hujan tropisnya adalah hutan di Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua, dan Brasil.

e. Bioma Taiga

Bioma ini terdapat di wilayah utara hutan gugur subtropis dan pegunungan tropis. Ciri-ciri bioma taiga adalah sebagai berikut.

1)      Curah hujan sekitar 35 cm per tahun.

2)      Bioma yang biasanya hanya terdiri dari satu spesies pohon, yaitu conifer (pinus).

3)      Masa pertumbuhan flora pada musim panas antara 3 sampai 6 bulan.

4)      Suhu di musim dingin sangat rendah, dan mengalami musim dingin yang panjang.

5)      Vegetasinya Sprice (Picca), Alder (Alaus), Birch (Berula) dan Junipce (Juniperus).

6)      Hewannya antara lain moose, beruang hitam, serigala dan morten.


Contoh bioma taiga terdapat di Amerika Utara dan dataran tinggi  diberbagai wilayah
f. Bioma Tundra

Bioma ini terdapat di belahan bumi utara di dalam lingkaran kutub utara yang disebut Tundra artik dan di puncak gunung disebut Tundra alpin. Ciri-ciri bioma tundra adalah sebagai berikut.

1)      Curah hujan sekitar 10 cm per tahun.

2)      Iklimnya iklim kutub dengan musim dingin yang panjang dan gelap serta musim panas yang panjang dan terang terus menerus.

3)      Tidak ada pohon yang tinggi, kalaupun ada terlihat tebal seperti semak.

4)      Tumbuhan semusim biasanya berbunga dengan warna yang mencolok dalam masa pertumbuhan yang pendek.

5)      Vegetasinya Spaghnum, lumut kerak, dan perdu

6)      Hewannya Muskox, rusa kutub, kelinci,serigala, rusa dan domba.

2. KELOMPOK EKOSISTEM PERAIRAN (AKUATIK)

Ekosistem perairan terdiri dari ekosistem air tawar dan ekosistem laut. Ekosistem air tawar contohnya meliputi kolam, sungai, danau, rawa, rawa gambut. Sedangkan, ekosistem laut misalnya hutan bakau, rawa payau, estuari, pantai berpasir, pantai berbatu, laut dangkal dan laut dalam. Berdasarkan cara hidup organisme pada ekosistem perairan dibedakan menjadi lima, antara lain sebagai berikut.

a.       Bentos, yaitu organisme yang hidupnya merangkak di dasar perairan, misalnya ketam dan cacing air.

b.      Nekton, yaitu organisme yang hidupnya bebas berenang secara aktif bergerak kesana kemari, misalnya ikan.

c.       Neuston, yaitu organisme yang hidupnya di permukaan perairan, misalnya eceng gondok, kiambang, dan laba-laba air.

d.      Plankton, yaitu organisme yang hidupnya melayang-layang mengikuti arus air bergantung intensitas cahaya, misalnya alga.

e.       Perifiton, yaitu organisme yang hidupnya menempel pada benda-benda yang ada di lingkungan air, misalnya lumut dan alga.

A.    Ekosistem Air Tawar

Ekosistem air tawar umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

1)      Salinitas (kadar garam) rendah, umumnya lebih rendah daripada kadar garam plasma sel organisme yang hidup di dalamnya.

2)      Kondisi lingkungannya dipengaruhi oleh iklim dan cuaca.

3)      Variasi suhu antara permukaan dan dasar sangat rendah, relative sama.

4)      Penetrasi cahaya di perairan kurang.

Secara fisik dan biologi, ekosistem air tawar merupakan perantara ekosistem darat dan ekosistem laut. Organisme laut yang pindah ke lingkungan air tawar, ada yang beradaptasi terhadap lingkungan payau, yaitu di muara sungai, ada yang sepanjang hidupnya pulang balik dari laut ke air tawar, ada pula yang menyesuaikan diri hidup di antara air tawar dan darat, yaitu pada daerah tepi sungai, kolam, dan tempat lembab. Berdasarkan intensitas cahaya yang diterimanya ekosistem air tawar dikelompokkan menjadi litoral, limnetik, dan profundal.

Berdasarkan aliran airnya, ekosistem dibedakan menjadi ekosistem lotik yang airnya mengalir, misalnya sungai. Dan ekosistem lentik yang airnya tidak mengalir misalnya, danau dan kolam. Adaptasi organisme yang hidup di air tawar untuk mengatasi kadar garam yang lebih rendah adalah dengan mengeluarkan banyak urin, sedikit minum karena air diabsorbsi lewat kulit secara osmosis, dan garam mineral diabsorbsi melalui insang.

3. EKOSITEM LAUT
Ekosistem laut merupakan sistem akuatik terbesar di planet bumi, ukuran dan kerumitannya menyulitkan kita untuk dapat membicarakannya secara utuh sebagi satu kesatuan. Akibatnya, dirasa lebih mudah jika membaginya menjadi sub-bagian yang lebiihh dapat dikelola, selanjutnya masing-masing dapat dibicarakan berdasarkan prinsip – prinsip ekologi yang menentukan kemampuan daptasi orgaanisasi suat komunitas.

Ekosistem air laut memiliki ciri-ciri umum sebagai berikut.

1)      Memiliki salinitas tinggi, semakin mendekati khatulistiwa semakin tinggi.
2)      NaCl mendominasi mineral ekosistem laut hingga mencapai 75%.
3)      Iklim dan cuaca tidak terlalu berpengaruh pada ekosistem laut.
4)      Memiliki variasi perbedaan suhu di permukaan dengan di kedalaman.


Laut merupakan wilayah yang sangat luas, lebih kurang dua pertiga dari permukaan bumi. Wilayah ekosistem laut sangat terbuka sehingga pengaruh cahaya matahari sangat besar. Daya tembus cahaya matahari ke laut terbatas, sehingga ekosistem laut terbagi menjadi dua daerah, yaitu daerah laut yang masih dapat ditembus cahaya matahari, disebut daerah fotik, daerah laut yang gelap gulita, disebut daerah afotik. Diantara keduanya terdapat daerah remangremang cahaya yang disebut daerah disfotik.

Berdasarkan jarak dari pantai dan kedalamannya ekosistem laut dibedakan menjadi zona litoral, neritik, dan oseanik. Secara vertikal kedalaman dibedakan menjadi: epipelagik, mesopelagik, batio pelagik, abisal pelagik, dan hadal pelagik.

Beberapa macam zona litoral, antara lain sebagai berikut:

a)      Ekosistem estuaria, yaitu terdapat pada wilayah pertemuan antara sungai dan laut. Ciri estuari adalah berair payau dan vegetasi di dominasi oleh tumbuhan bakau. Berdasarkan salinitasnya estuaria dibedakan menjadi oligohalin yang berkadar garam rendah (0.5-3%), mesohalin berkadar garam sedang (3-17%), dan polihalin berkadar garam tinggi di atas 17%.

b)      Ekosistem pantai pasir, merupakan zona litoral yang terkena deburan ombak terus-menerus dan terpaan cahaya matahariselama 12 jam. Vegetasinya membentuk formasi prescaprae dan formasi baringtonia, sebagai suatu unit vegetasi yang terbentuk karena habitatnya dan diberi nama sesuai dengan nama vegetasi yang mendominasi.

Pada formasi prescaprae didominasi oleh vegetasi Ipomoea pescaprae, tumbuhan lain yang hidup disini ialah Vigna, Spinifex littorius (rumput angin),Crinum asiaticum (bakung) dan Euphorbia atoto. Formasi baringtonia didominasi oleh vegetasi Borringtonia. Tumbuhan lain yang ada antara lain adalah Callophyllum, Hernandia, Hibiscus tiliaceus, Terminalia dan Erythrina. Hewan pada ekosistem pantai pasir kebanyakan hidup di dalam pasir, misalnya kepiting kecil.

c)      Ekosistem pantai batu, merupakan daerah pantai yang memiliki air jernih dan berbatu. Daerah ini banyak dihuni hewan coelenterata, moluska, krustase dan tumbuhannya adalah alga bersel tunggal, alga hijau, dan alga merah.

Pada ekosistem pantai batu ini terdapat zona – zona sebagai berikut :
1.      Zona horizontal

Zona ini tersusun keatas secara tegak lurus mulai dari permukaan pasang-turun terendah sampai kekondisi daratan yang sebenarnya, zonasi ini mirip dengan pola zonasi yang terdapat pada gunung,

2.      Zona vertikal

Zona ini bergantung pada kemiringan permukaan berbatu permukaan berbatu, kisaran pasang surut, dan keterbukaannya terhadap gerakan ombak. Jika kemiringan batuan itu landai, maka tiap zona menjadi luas, keadaan keterbukaan yang sama permukaan tegak lurus, zona yang sama akan menyempit.

3.      Zona midlitoral

      Merupakan zona luas batas teratasnya bertepatan dengan batas teritip, sedangkan batas bawahnya ditempati oleh kelompok yang besar  (laminaria dan lain-lain) yang mencapai penyebaran paling tinggi.
4.      Zona tepi infralitoral

Yang membentang dari pasang turun terendah sampai kebatas kelompok terbesar, daerah ini merupakan zona keterbukaan terhadap udara. Daerah ini benar - benar merupakan perluasan dari zona infralitoral atau yang kita ketahui sebagai daerah sublitoral.

d)     Ekosistem Pantai Berlumpur

Garis batas yang jelas antara pantai berbatu dan pantai berpasir dapat dengan mudah ditemukan dan didefenisikan, tetapi tidak demikian hal nya dengan garis batas antara pantai berpasir dengan pantai berlumpur. Karena sebagai pantai yang lebih terlindung dari gerakan ombak, keduanya cenderung mempunyai butiran yang lebih halus dan mengakumulasi lebih banyak bahan organic sehingga menjadi berlumpur. Pantai berlumpur cenderung untuk mengakumulasi bahan organik, yang berarti bahwa tersedia cukup banyak makanan yang potensial untuk organisme penghuni pantai , tetapi berlimpahnya partikel organik yang halus yang mengendap didaratan lumpur juga mempunyai kemampuan untuk menyumbat permukaan alat pernapasan.

Permukaan pantai berlumpur agak tandus hal ini dapat dilihat dari sedikitnya organisme yang menempati permukaan daratan lumpur, tumbuhan termasuk makroalga, misalnya spesies alga merah, ulva, alga hijau. Berbagain rumput laut seperti genus zostera.

Kelimpahan alga besar ini sering mengalami daur musiman, umum ditemukan dalam musim panas dan menghilang pada musim dingin.

Daerah lumpur mengandung sejumlah besar bakteri, yang memakan sejumlah besar bahan organik. Bakteri ini merupakan satu-satunya organisme yang melimpah yang ditemukan pada pantai berlumpur dan membentuk biomassa yang berarti. Diantara bakteri dominan yang hidup didaerah ini ada beberapa jenis yang mampu memanfaatkan energi potensial dari berbagai senyawa kimia tereduksi yang terdapat dalam jumlah yang melimpah. Bakteri kemodintetik atau bakteri sulfur ini mendapat energi dari hasi oksidasi dari beberapa senyawa sulfur yang tereduksi, seperti berbagi sulfida (H2S).

Jenis ikan yang terdapat pada pantai berlumpur ini ialah bentuk tubuh biasanya pipih dan memanjang (blennidae, polidhae) atau gepeng (cottidae, cobiessocidae), yang memungkinkan mereka tinggal di lubang , saluran , celah, atau lekukan untuk berlindung dari kekeringan dan gerakan ombak.

Sebagian besar memiliki gelembung renang dan sangat berasosiasi dengan subtrat.





1) Zona laut dangkal (Neritik)

Neritik, yaitu zona yang masih dapat ditembus cahaya matahari sampai ke dasarnya. Di daerah ini plankton, nekton dan bentos dapatn hidup dengan baik. Contoh zona laut dangkal adalah ekosistem terumbu karang. Ekosistem terumbu karang hanya dapat tumbuh di dasar perairan yang jernih.
Terumbu karang terbentuk dari kerangka Coelenterata. Organisme yang ada dari Alga, Porifera, Coelenterata, berbagai jenis ikan dan udang. Selain itu juga terdapat rumput laut yang secara umum disebut rumput-rumputan laut.rumput laut merupakan tumbuhan berbungan yang beradaptasi untuk hidup teredam didalam air laut.

Kebanyakan spesies rumput laut mempunyai morfologi luar yang secara kasar hampir serupa, berdaun yang panjang, tipis dan mirip pita yang mempunyai saluuran – saluran air , serta bentuk pertumbuhannya  monopodial. Tumbuhan ini tumbuh dari rizoma yang merambat.

2) Zona Laut Dalam

            Laut dalam gelap gulita kecuali di bagian zona mesopelagik dimana pada waktu atau kondisi tertentu masih ada sedikit cahaya matahari. Karena wilayah gelap sepanjang masa atau intensitas cahaya sangat rendah, foto sintesis tidak mungkin berlangsung. Dengan kata lain tidak aka nada produksi primer dilaut dalam. Bila disini tampak adanya cahaya, maka cahaya ini dihasilkan melalui hewan – hewan laut dalam tertentu. Tiadanya cahaya mengakibatkan hewan – hewan laut dalam harus memiliki indria-indria khusus untuk mendeteksi makanan dan lawan jenis bagi keperluan reproduksi, serta untuk mempertahankan bermacam asosiasi intra maupun maupun inter spesies.

            Kondisi- kondisi lingkungan hidup laut dalam memaksa organisme penghuninya untuk mengadakan adaptasi. Karena penelitian terhadap hewan metozoa laut dalam yang masih hidup dan dalam kondisi alami sangat  sulit dilakukan, maka dewasa ini sedikit bukti langsung salah satu adaptasi yang dapat diamati, pada hewan – hewan mesopelagik ialah warna. Ikan – ikan mesopelagik khususnya cenderung warnanya abu-abu keperakan atau hitam kelam(ikan lentera, ikan gonotosmatid, ikan kapak, euphausiid).

Sebaliknya, invertebrata mesopelagik berwarna ungu atau merah cerah. Ubur-ubur mesopelagik misalnya sering kali berwarna ungu kelam, seperti koppepoda dan bermacam udang (teripang, bintang mengular, krustasea dekapoda, ekinoid,).

3) Zona oseanik

Merupakan wilayah ekosistem laut lepas yang kedalamannya tidak dapat ditembus cahaya matahari sampai ke dasar, sehingga bagian dasarnya paling gelap. Akibatnya bagian air dipermukaan tidak dapat bercampur dengan air dibawahnya, karena ada perbedaan suhu. Batas dari kedua lapisan air itu disebut daerah Termoklin, daerah ini banyak ikannya.

A.    Keanekaragaman Makhluk Hidup
            Perbedaan makhluk hidup disebabkan bentuk tubuh, susunan tubuh, dan kebiasaan bertingkah lauku yang berbeda. Perbedaan-perbedaan tersebut mengakibatkan makhluk hidup beraneka ragam. Makhluk hidup yang beraneka ragam dapat dikelompokan berdasarkan kesamaanya. Dasar pikirkanlah dan bandingkanlah dengan pengalaman kita sehari-hari. Apakah kucing dan anjing dapat kawin dan mengahsilakan keturunan? Jawabannya tentu tidak. Akan tetapi, jika anjing dikawinkan dengan sesama anjing maka dapat menghasilkan anak anjing.
Makhluk hidup atau individu sejenis digolongkan dalam satu spesies. Kelompok manusia yang merupakan satu spesies disebut Homo sapeiens. Perbedaan yang dijumpai dalam satu spesies tertentu disebut variasi. Variasi didunia ini tentu sangat banyak. 
B.     Organisasi Kehidupan
1.      Sel
Sel berasal dari kata cella, yang artinya rongga kecil. Sel merupakan unit terkecil dari kehidupan yang menyusun tubuh makhluk hidup. Ukuran sel sangat kecil atau mikroskopis, sehingga untuk melihatnya harus menggunakan alat yang disebut mikroskop. Sel tersusun atas membran sel, sitoplasma dan organel-organel.
Bentuk dan ukuran sel beraneka ragam. Bentuk sel ada yang bulat, bulat panjang, memanjang, berbentuk segi lima, segi enam, pipih/ berbulu. Pada umumnya makhluk hidup yang beraneka ragam memiliki struktur sel yang hampir sama, yaitu tersusun atas membran sel dan protoplasma. Protoplasma tersusun atas cairan sel (sitoplasma) dan organel-organel. Organel adalah alat-alat di dalam sel yang mempunyai fungsi khusus. Contoh organel adalah inti sel, mitokondria, plastida, lisosom, dan retikulum endoplasma. Organel tidak bisa diamati dengan jelas jika menggunakan mikroskop cahaya.
Perbedaan

Sel tumbuhan
Sel hewan
Dinding sel
-
+
Plastida
+
-
Vakuola
+( besar)
+ (kecil)
Sentrosom
+
-
Kloroplas
+
-
Membran Sel
+
-









2.      Jaringan
Jaringan adalah sekelompok sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama. Jaringan hanya dimiliki oleh makhluk hidup bersel banyak (multiseluler). Pada perkembangbiakan secara kawin terjadi percampuran antara sel ovum dan sperma membentuk satu sel zigot.
Gbr. Jaringan meristem pada batang
3.      Organ
Organ adalah alat tubuh yang memiliki fungsi khusus. Pada manusis misalnya, terdapat organ penglihat, pembau, pencernaan makanan, peredaran darah, dan pengeluaran. Organ tersususn atas jaringan-jaringan. Jadi, sekumpulan jaringan bekerja membentuk organ tubuh. Misalnya, organ sirkulsi tersususn atas jaringan otot lurik, otot jantung, otot polos, saraf, dan jaringan ikat.
Organ pada tumbuhan misalnya akar, batang, daun, bunga, dan, buah. Akar merupakan organ yang penting untuk menegakkan tubuh tumbuhan dan menghisap air serta mineral dari dal tanah. Jaringan-jaringan penyusun akar dikotil contohnya antara lain epidermis, parenkima, xilem,floem, empulur, dan kambium.
4.      Sistem Organ
Beberapa macam organ yang terangkai dan mempunyai fungsi tertentu disebut sistem organ. Organ tidak dapat berdiri sendiri. Untuk menjalankan fungsinya, organ bekerja sama dengan orang lainnya. Sebagai contoh, untuk berfotosintesis, daun memerlukan bantuan organ akar dan batang. Sistem organ transportasi pada manusia memerlukan kerja sama antara organ jantung dan pembuluh darah, organ paru-paru, hati, ginjal, dan kulit.

Gambar : Sistem organ pada manusia


5.      Organisme
Bermacam-macam organ dan sistem organ akan membantuk suatu organisme atau makhluk hidup. Oleh karena itulah, makhluk hidup biasa jiga di sebut dengan istilah organisme. Agar organisme dapat melakukan kegiatan hidupnya, organ-organ hidupnya harus lengkap dan bekerja dengan baik. Organ-organ itu misalnya organ pernafasan, pencernaan, pengangkutan, penglihatan, pendengaran, saraf, dan perkembangbiakan. Jika salah satu organ terganggu, maka kerja organ yang lainnya juga terganggu.
Sebagai contoh, jika mengalami gangguan pada ginjal, urin tidak dapat disaring secara sempurna. Akibatnya zat-zat sisa dalam urin yang seharusnya dibuang mengalir lagi keseluruh tubuh melalui peredaran darah. Zat-zat sisa tersebut akan meracuni sel-sel tubuh. Orang yang demikian dikenal sebagai penderita gagal ginjal. Jadi, jika salah satu organ terganggu, orang akan mengalami gangguan kesehatan.
6.      Populasi
Populasi adalah kumpulan individu yang sejenis, yang terdapat pada daerah tertentu. Misalnya: populasi sapi, populasi kambing, populasi rusa, dll. Populasi mempunyai kemungkinan untuk berinteraksi. Interaksi ini terlihat dalam bentuk kompetisi untuk mempertahankan diri atau kerjasama untuk mempertahankan jenis. Berdasarkan aliran energi yang digunakan dalam setiap komunitas, maka setiap populasi dapat digolongkan kedalam salah satu kelompok berikut ini:
a.       Produsen, yaitu jenis makhluk hidup berhijau daun yang dapat mengubah energi surya menjadi energi kimia dalam jaringannya.
b.      Konsumen pertama, biasanya disebut juga herbivor, yaitu organisme pemakan tumbuhan.
c.       Konsumen kedua, karnivor, ciri organisme pemakan herbivor.
d.      Konsumen ketiga, yaitu karnivor pemakan karnivor lainnya. Namun ada organisme yang secara fungsional termasuk konsumen pertama, kedua dan ketiga misalnya adalah manusia.
e.       Parasit, yaitu orgaisme yang makanannya adalah makanan yang telah dicerna oleh organisme lain di tempat dia hidup.
f.       Pemakan bangkai, ialah hewan-hewan yang hidup dari kotoran (faeces) atau tubuh organisme mati yang sudah membusuk.
g.      Pengurai, ialah cendawan, bakteri dan mikroba yang menguraikan organisme mati atau sampah organik dan melepaskan zat kimia serta panas ke dalam lingkungannya untuk diseerap kembali oleh tumbuhan hidup
7.      Komunitas
Komunitas adalah kumpulan beberapa kelompok organisme yang hidup pada suatu tempat secara bersamaan. Contohnya: komunitas perairan air tawar, disana terdapat populasi tumbuhan air, populasi kutu air, kura-kura dan lain-lain.
8.      Ekosistem
Ekosistem adalah unsur-unsur yang berada di suatu daerah tertentu berhubungan dan saling mempengaruhi lingkungan fisik sehingga terjadi aliran energi dan materi yang terjadi dalam suatu sistem. Ekosistem dapat dilihat sebagai hasil saling mempengaruhi antara komponen abiotik dan komonen biotik dalam pengubahan energi dan materi, karena ekosistem meliputi orgainsme (biotik) dan lingkungan tak hidup (abiotik)
C.    Pengertian Klasifikasi Makhluk Hidup
Klasifikasi adalah cara para ilmuwan untuk mengelompokkan makhluk hidup. Dasar untuk mengelompokkan makhluk hidup adalah dengan melihat dari persamaan dan perbedaan ciri-ciri dan sifat makhluk hidup, yang meliputi ciri morfologis, anatomis, biokimia, dan reproduksinya. Pengelompokan makhluk hidup yang sudah menggunakan aturan tertentu disebut sistematika.
Klasifikasi dapat berfungsi sebagai alat untuk mempelajari keanekaragaman hayati. Tujuan dari klasifikasi adalah sebagai berikut.
a.       menyederhanakan objek studi agar mudah dipelajari;
b.       mendeskripsikan ciri-ciri makhluk hidup untuk membedakan tiap-tiap jenis;
c.        mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciricirinya;
d.      mengetahui hubungan kekerabatan dan sejarah evolusinya.
Adanya klasifikasi makhluk hidup mempunyai manfaat sangat besar yang langsung dapat dirasakan manusia, yaitu sebagai berikut:
a.       Pengklasifikasian melalui pengelompokkan dapat memudahkan dalam mempelajari organisme yang beraneka ragam.
b.      Klasifikasi dapat digunakan untuk melihat hubungan tingkat kekerabatan antara organisme satu dengan lainnya.
D.    Pengklasifikasian Makhluk Hidup
Klasifikasi dilakukan berdasarkan kesamaan morfologi, anatomi, fisiologi, dan cara perkembangbiakannya. Dengan klasifikasi akan terbentuk kelompok-kelompok makhluk hidup yang disebut takson. Setelah diklasifikasikan, suatu makhluk hidup diberi nama berdasarkan kelompok yang dimilikinya. Sistem tata nama yang dipakai saat ini adalah sistem tata nama biner yang disebut binomial nomenclature yang diperkenalkan oleh Carolus Linnaeus yang dijuluki Bapak Taksonomi.
Pemberian nama ilmiah makhluk hidup menggunakan bahasa Latin, dan terdiri dari dua kata yang menunjukkan nama genus dan spesies. Huruf pertama pada kata pertama ditulis kapital atau huruf besar, dan pada kata kedua ditulis dengan huruf kecil. Kedua kata ini ditulis mir ing. Contohnya: Oryza sativa (padi) dan Gnetum gnemon (melinjo).
Jika nama makhluk hidup lebih dari dua kata, maka kata kedua harus disatukan atau diberi tanda penghubung dan ditulis miring. Contohnya, kembang sepatu bisa ditulis Hibiscus rosasinensis atau Hibiscus rosa-sinensis.
Berdasarkan taksonomi yang dikembangkan Linnaeus, dunia tumbuhan dan hewan dibagi menjadi beberapa takson, yaitu kingdom ( k erajaan), filum (keluarga besar), class (kelas), ordo (bangsa), family (suku), genus (marga), dan spesies (jenis). Urutan dari kingdom ke spesies berdasarkan persamaan ciri-ciri yang paling umum, kemudian makin ke bawah persamaan ciri-ciri makin khusus dan perbedaan makin kecil.
Pada 1969, ilmuwan Biologi R. H. Whittaker, membagi makhluk hidup menjadi lima kingdom, yaitu kingdom monera, protista, fungi, plantae, dan ani malia. Sistem ini banyak digunakan para ilmuwan biologi. Pembagian lima kingdom ini didasarkan pada susunan sel dan cara hidup dalam pemenuhan kebutuhan makanan. Klasifikasi tersebut adalah sebagai berikut:
1.      Monera
Ciri-ciri monera adalah uniseluler (bersel tunggal), sel prokariotik (tidak memiliki membran inti), dan memiliki reproduksi secara aseksual. Contoh dari monera:
a)      Bakteri
Bakteri memiliki sel uniseluler dan prokariotik. Umumnya tidak memiliki  klorofil, namun ada yang memiliki klorofil sehingga dapat mela-kukan fotosintesis. Ukuran bakteri sangat kecil, hanya beberapa mikron.
b)      Ganggang hijau biru (Cyanobacteria)
Cyanobacteria ti dak semuanya bersel satu (uniseluler). Cyanobacteria memiliki klorofil sehingga mampu berfotosintesis dan menghasilkan oksigen. Tempat hidup Cyanobacteria di danau, laut, sungai, rawa, batu, tanah, di air dengan suhu yang tinggi, maupun di air dengan tingkat keasaman tinggi (pH = 4). Contohnya, Spirulina (dapat digunakan sebagai sumber makanan yang kaya protein).


2.      Protista
Ciri-ciri protista a dalah eukariotik (mempunyai membran inti), uniseluler atau multiseluler (bersel banyak), dan autotrof atau heterotrof.
a.       Protista yang memliki ciri-ciri seperti hewan (Protozoa). Berikut ini yang termasuk protista yang memiliki ciri seperti hewan (protozoa).
  Rhizopoda Rhizopoda bergerak dan menangkapi makanan menggunakan kaki semu atau pseupodia. Rhizopoda hidup di laut, air tawar, tubuh hewan, atau manusia. Contoh: Entamoeba histolityca (penyebab disentri).
  Flagellata Flagellata bergerak menggunakan flagel atau bulu cambuk, hidup di laut,  air tawar, tubuh hewan, atau manusia. Contoh: Trypanosoma evansi (penyebab penyakit surra pada hewan ternak).
  Cilliata Cilliata hidup bebas di air tawar atau laut, bergerak menggunakan rambut getar silia. Contoh: Paramecium caudatum.
  Sporozoa Spor ozoa  tidak memiliki alat gerak, dan semua  jenis sporozoa hidup sebagai parasit. Contoh: Plasmodium (penyebab malaria).
b.       Protista yang memiliki ciri-ciri seperti tumbuhan (ganggang/ algae). Berikut ini adalah yang termasuk protista yang memiliki ciri-ciri seper ti tumbuhan (ganggang/algae).
  Euglenophyta Cirinya adalah uniseluler, tidak memiliki dinding sel, mempunyai klorofil sehingga mampu berfotosintesis, dan memiliki flagel. Contoh: Euglena.
  Pyrophyta Sebagian besar Pyrophyta adalah Dinoflagellata, hidup di air laut, tapi ada juga yang hidup di air tawar, uniseluler, memiliki dinding sel, dan mampu bergerak secara aktif. Contoh: Ceratium.
c.        Protista yang memiliki ciri-ciri seperti jamur (fungi). Berikut ini yang termasuk protista yang memiliki ciri-ciri seperti jamur (fungi).
  Myxomycota (jamur lendir) Dalam siklus hidupnya, Myxomycota menghasilkan sel-sel yang hidup bebas yang berbentuk seperti amoeboid. Bila kekurangan makanan, sel-sel bebas ini membentuk massa yang berlendir. Selain itu, dapat pula membentuk spora bila keadaan kering. Contoh: Physarium.
  Oomycota (jamur air) Oomycota hidup bebas, makanan diperolehnya dari sisa-sisa tumbuhan di danau atau kolam, dan reproduksi secara seksual dan aseksual. Secara  seksual menghasilkan hifa. Sedangkan, secara aseksual menghasilkan zoospora, yaitu spora yang mempunyai dua flagel yang da pat tumbuh menjadi hifa baru. Contoh: Saprolegnia (menempel pada tubuh ikan sebagai parasit).
3.      Fungi
Ciri-cirinya adalah eukariot, memiliki dinding sel, tidak memiliki klorofi l, uniseluler atau multiseluler, hidup heterotrof (saprofit, parasit,  dan mutual). Fungi hidup di tempat-tempat lembap, air laut, air tawar, di tempat yang asam dan bersimbiosis dengan ganggang membentuk lumut kerak (l ichenes). Reproduksi secara aseksual menghasilkan spora, kuncup, dan fragmentasi. Sedangkan, secara seksual dengan zigospora, askospora, dan basidiospora. Berikut ini yang termasuk ke dalam fungi.
a.        Zigomycota Ciri-cirinya adalah:
  Mempunyai hifa yang tidak bersekat.
  Reproduksi secara seksual dengan zigosporangium dan secara aseksual dengan spora.
  Hidup sebagai saprofit pada makanan, tanah, sisa-sisa tumbuhan atau hewan, ada juga yang hidup sebagai parasit. Contohnya, Rhizopus oryzae (untuk pembuatan tempe).
b.       Ascomycota Ciri-cirinya adalah:
  Uniseluler atau multiseluler (sebagian besar).
   Mempunyai hifa yang bersekat-sekat.
  Ada yang membentuk tubuh buah dan ada yang tidak.
  Reproduksi aseksual dengan konidia dan tunas. Sedangkan, secara seksual dengan konidiospora.
   Hidup sebagai saprofit pada tanah, sisa-sisa organisme, ada yang sebagai parasit pada hewan atau manusia. Contoh: Saccharo-myces cereviceae (bahan pembuat minuman beralkohol).
c.       Basidiomycota Ciri-cirinya adalah:
  Multiseluler
  Hifa bersekat.
  Ada yang membentuk tubuh buah dan ada yang tidak
  Umumnya hidup saprofit pada sisa-sisa organisme, ada yang parasit pada tumbuhan atau manusia.
  Reproduksi aseksual dengan membentuk konidiospora, secara seksual dengan menghasilkan basidiospora. Contohnya, Volvarella volvacea (jamur merang).
d.       Deuteromycota Disebut juga jamur tak sempurna karena reproduksi seksualnya belum di ketahui. Contoh: Aspergillus wentii (pembuatan kecap, tauco).
4.      Plantae
Kingdom plantae atau tumbuhan adalah istilah untuk organisme yang  memiliki ciri eukariotik dan multiseluler. Selain itu, organisme ini mampu melakukan fotosintesis untuk menghasilkan makanan karena memiliki klorofil.Berdasarkan berkas pembuluh, plantae dibagi kedalam dua kelom pok (divisi), yaitu Thallophyta dan Tracheophyta.
  Thallophyta
Thallophyta mempunyai bagian tubuh yang sederhana, tidak mempunyai pembuluh angkut, akar, batang, dan daun sejati. Berikut ini yang termasuk Thallophyta.
a)    Algae (ganggang) Algae banyak tumbuh di tempat basah, multiseluler, dapat benang atau berkoloni, memiliki klorofil sehingga mampu melakukan  fotosintesis. Tapi, ada juga yang memiliki pigmen lain. Reproduksi secara aseksual dengan fragmentasi. Sedangkan secara seksual dengan fertilisasi antara gamet jantan dan betina.    Algae dibedakan atas 4 kelompok, yaitu: Chloropyta (alga hijau), Chrysophyta (alga keemasan), Phaeophyta (alga cokelat), dan Rhodophyta (alga merah).
b)   Bryophyta (Lumut) Bryophyta hidup di tempat-tempat yang lembap, mempunyai bagian-bagian tubuh yang menyerupai daun, batang dan akar, mampu melakukan fotosintesis karena memiliki klorofil. Dalam masa hidupnya me ngalami pergiliran keturunan (metagenesis) yang menghasilkan generasi penghasil gamet (gametofit) dan generasi penghasil spora (sporofit). Spora dihasilkan oleh sporogonium. Lumut dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:
                                    i.            Hepaticeae (Lumut hati) Tumbuh secara horisontal, belum memiliki daun, dapat dibedakan menjadi lumut hati jantan dan betina. Alat reproduksinya adalah gemma, secara seksual dengan gametofit. Contoh: Marchantia.
                                  ii.            Musci  (Lumut daun) Tubuh lumut daun lebih menyerupai batang dan daun, hidup di tempat-tempat basah, berkelompok. Contoh: Sphagnum fimbriatun, Mnium.
  Tracheophyta
Tumbuhan ya ng memiliki pembuluh angkut memiliki bagian-bagian tubuh yang terdiri dari akar, batang, dan daun sejati. Akar memiliki fungsi sebagai alat untuk menyerap air dan zat-zat mineral. Batang berfungsi sebagai alat transportasi dan pernapasan. Daun berfungsi sebagai organ untuk fotosintesis. Yang termasuk ke dalam Tracheophyta adalah:
a.    Pterydophyta Mempunyai daun, batang, dan akar sejati, tidak berbunga. Akarnya berbentuk serabut, berfungsi untuk menyerap air dan zat makanan. Pt erydophyta telah memiliki pembuluh angkut (xilem) dan (floem), dan mengalami metagenesis, seperti tumbuhan lumut. Pterydophyta dikelompokkan menjadi 4 divisio, yaitu: Psilophyta (paku purba), Lycophyta (paku kawat), Sphenophyta (paku ekor kuda), dan Pterophyta (paku sejati).
b.    Spermatophyta (tumbuhan berbiji) Tumbuhan yang memiliki daun, batang, akar, dan bunga sebagai alat reproduksi dan menghasilkan biji. Bagian bunga yang menghasilkan gamet jantan disebut benangsari dan yang menghasilkan gamet betina disebut putik. Perkembangbiakan secara seksual dengan biji. Di dalam biji terdapat embrio/lembaga (calon tumbuhan baru).Spermatophyta dibagi menjadi dua kelompok yang didasarkan pada letak bijinya, yaitu:
 Gymnospermae (tumbuhan biji terbuka) Gymnospermae tidak memiliki bunga yang sesungguhnya. Biji tidak terbungkus daun buah. Biji sebagai alat perkembangbiakan berbentuk k erucut yang disebut strobilus. Terdapat strobilus jantan dan strobilus betina. Gymnospermae terbagi menjadi 4 kelas, yaitu: – Cyadinae, contoh: Cycas rumphii (pakis haji). – Coniferae, contoh: Agathis alba (damar). – Gnetinae, contoh: Gnetum gnemon (melinjo). – Ginkyonae, contoh: Ginkgo biloba.
 Angiospermae (Tumbuhan biji tertutup) Angiospermae memiliki bunga sejati sebagai alat reproduksi. Bakal biji diselubungi daun buah. Bunga-bunga pada Angiospermae ada yang lengkap maupun tidak lengkap. Bunga lengkap bila memiliki kelopak bunga, mahkota bunga, putik, dan benangsari. Biji terbungkus bakal buah. Setelah terjadi pembuahan, biji berkembang sehingga mengandung kandung lembaga (embrio) dan endosperma (cadangan makanan). Angiospermae dibagi menjadi dua kelas, berdasarkan keping daun lembaga, yaitu dikotil dan monokotil.


5.      Animalia
Animalia atau hewan merupakan organisme multiseluler, bersifat heterotrof, organisme yang aktif. Kingdom animalia dibagi ke dalam dua kelompok berdasarkan ada tidaknya tulang belakang, yaitu:
a)  Avertebrata
Avertebrata merupakan kelompok hewan yang tidak memiliki tulang belakang. Avertebrata terdiri dari 8 filum, yaitu:
  Porifera (hewan berpori) Porifera merupakan kelompok hewan multiseluler yang paling sederhana, tubuh berpori-pori, sebagian besar hidup di air laut, tapi ada juga  yang hidup di air tawar. Tubuhnya berbentuk seperti bunga pada umumnya. Contoh: Niphates digitalis, Clathrina.
  Coelenterata (Hewan berongga) Struktur tubuh Coelenterata lebih kompleks dibanding porifera. Dalam daur hidupnya mempunyai bentuk tubuh sebagai polip dan medusa. Mulut memiliki tentakel, pada tentakel terdapat alat penyengat. Contoh:  Chrysaora fruttescena (ubur-ubur).
  Nemathelminthes (Cacing gilig) Bentuk tubuh gilig/silindris, memiliki rongga tubuh tapi tidak sejati. Permukaan tubuh dilapisi kutikula, memiliki sistem pencernaan ya ng lengkap. Hidup bebas atau sebagai parasit. Contoh: Ascaris lumbricoides (cacing perut).
  Annelida (Cacing gelang) Tubuh bersegmen dan bulat, sistem pencernaan sudah lengkap. Sebagian besar hidup bebas, ada yang sebagai parasit. Contoh: Lumbricus terrestris (cacing tanah).
  Mollusca (Hewan bertubuh lunak) Mollusca merupakan kelompok hewan yang bertubuh lunak, tubuh di lindungi cangkang, ada pula yang tidak bercangkang. Ukuran bervariasi. Hidup di perairan laut, air tawar, ataupun darat. Contoh: Achatina fulica (bekicot).
  Arthropoda (Hewan berbuku-buku) Memiliki kaki beruas-ruas, tubuh dapat dibedakan antara kepala, dada, da n perut. Mempunyai rangka luar yang keras (kutikula). Hidup bebas, parasit, simbiosis. Contoh: Pardosa amenata (jenis laba-laba).
  Echinodermata (Hewan berkulit duri) Struktur tubuh simetri radial, seperti bintang, bulat, pipih. Permukaan tubuh umumnya berkulit duri. Bergerak menggunakan kaki ambulakral. Hidup  bebas atau di perairan laut. Contoh: Acanthaster sp (bintang laut).
b)      Vertebrata
Kelompok hewan ini memiliki tulang belakang, rangka dalam, rongga tubuh, sistem pernapasan, pencernaan, peredaran darah, ekskren, saraf, alat reproduksi terdiri dari kelamin jantan dan betina. Vertebrata terdiri atas:
  Pisces (ikan), contoh: ikan louhan.
  Amphibia, contoh: katak.
   Reptilia, contoh: komodo.
  Aves (burung), contoh: penguin.
  Mamalia, contoh: kera.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar